Minggu, 22 Juli 2018

Mengejar Tiga Bapak dari Tiga Dara




Sabtu subuh meluncur dari Jepara ke Semarang, demi sebuah lauching buku buku kece yang ditulis oleh tiga gadis-gadis cantik. Gloria, Imel dan Inas. ( Hah.. siapa mereka? Belum pernah denger ya? Sabar… Ntar saya jelasin).

Awalnya saya juga nggak ngeh, siapa mereka. Yang bikin saya ngotot, bela-belain dateng, meski awalnya males buat balik Semarang karena masih pengen di rumah, adalah karena ada nama dan foto kang Maman yang tertera di flier mereka, sebagai salah satu narsum dalam diskusi buku itu. (piece, maap ya tiga dara…). Saya emang udah cukup lama mengidolakan kang Maman. Tepatnya sejak beliau menjadi salah satu pengisi acara di ILk dan juga mata hati. Selain juga karena tema yang menarik. Disana tertulis “ bagaimana peran ayah dalam pembentukan karakter anak perempuan”. Saya, yang memang aktif di komunitas yang bergerak di bidang parenting, langsung sumringah dan gemregah lihat judulnya. Apalagi narsumnya meyakinkan. Kang maman, sang idola, dan satu lagi dosen muda nan cantik, mba Monika W.S dari Universitas Soegijapranata. Hayuuk deh.