Selasa, 04 April 2017

Taman Pemandian Permaisuri Taman Sari

catatan dari Jogja Part 2

Dear Blogger,
Masih cerita dari Jogja. kali ini saya bakal posting liburan saya di Taman Sari. jadi, taman sari sendiri konon katanya merupakan bekas pemandian permaisuri dan para putri raja Ngayogyakarta. Taman pemandian ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono 1.


ini bangunan Taman Sari bagian depan ( tempat beli tiket). tapi aslinya kalau zaman dulunya, kata pak Saliko, guide saya waktu itu, justru aslinya bagian belakang.  nah, kenapa kok sepi, karena saya dateng kepagian. bahkan masih di gembok pintunya. hahaha....


lurus dari pintu d belakang saya itu. tampaklah tempat pemandiannya. seperti ini temans. 
ups ! ada yang lucu deh. ini katanya loh ya.. kata Pak Saliko, guide saya itu. jadi, dulu ketika waktunya mandi itu, para permaisuri dan juga para selir raja (yang jumlahnya puluhan) bakal mandi berbarengan di kolam yang sama . (ada dua kolam yang bersebelahan, yang kolam kecil unuk permaisuri dan kolam besar untuk para selir). Nah, sementara itu, Raja bakal melihat mereka dari menara tertinggi. selanjutnya Raja bakal melempar setangkai  bunga. nah, selir yang kemudian terkena bunga tersebut, maka ia yang berhak untuk menerima sang raja tidur.

hehehe... nggak ngerti bener apa enggak, yang jelas waktu paksaliko ngomomg gitu saya jadi ngikik saja. hohoho..


Kawasan Taman Sari ini Luas banget. kurang lebih sepuluh hektar. Cuman emang buat yang suka sama wisata sejarah jadi puas banget sih. jadi selain ada sisa2 taman pemandian juga terdapat kamar Raja, permaisuri, dan para selir.
itu foto pak saliko          




nah, tepat di sini itu adalah kamar permaisuri, dan di samping kanan sebenarnya ada ruangan kamar raja. tapi malah nggak saya jepret karena saya bikin vlog. Beberapa ornamen di tempat ini sudah banyak yang nggak asli, dan merupakan hasil renovasi. karena gempa Jogja waktu itu menghancurkan sebagian besar bangunan asli. sayangnya juga banyak pula furniture dan ornamen-ornamen kayu yang juga pada hilang. lantaran di jarah pada waktu evakuasi gempa dulu.

di Kompleks Taman Sari ini juga terdapat sebuah masjid yang terletak di bawah tanah.  nah, untuk mencapai ke masjid itu, kita musti berjalan menyusuri lorong-lorong seperti ini. 
tenng aja guys, sudah banyak lamu yang tersedia. selain itu, kalau kalian datang pas week end. di jamin ruaame banget. itu tampak sepi. karena saya main pas hari senin. udah gitu pagi lagi. 


masjidnya sendiri berbentuk lingkaran begitu. di tengah-tengahnya terdapat kayak aliran sungai dan sebuah tangga berbentuk segi tiga.
tangga tersebut untuk menghubungkan ke lantai dua. jadi katanya masjid ini dulunya biasa di gunakan oleh raja untuk sholat jumat bersama. nah ini di belakang foto saya itu lantai duanya ya..


di beberapa bagian bangunan tampak juga bangunan yang hanya tinggal puing-puingnya. 



nah, ini foto sebenarnya yang gapuro utama. dulunya, namun sekarang jadi bagian belakang. karena tepat di depannya sekarang justru di penuhi oleh rumah warga dan gang-gang sempit.

 
 salam ngeblog....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar