Senin, 17 April 2017

Rindu yang Tergesa-Gesa



Hidup adalah serangkaian pertemuan. Pertemuan denganmu salah satunya. Jika bukan sekarang, nanti pun tak mengapa. Barangkali kini kita sedang berada di lintasan yang berbeda. 
Kamu ke selatan aku ke utara, atau kamu ke timur aku ke barat. Sekali lagi, tak apa-apa. 
Nikmati saja perjalananmu menujuku, akupun akan menikmati perjalanan menujumu. 

Kita pasti bertemu, tenang saja. Tentu di watu yang paling tepat, bukan cepat pukan pula lambat. Jika hari ini belum, mungkin minggu depan. Jika belum juga, masih ada bulan depan. 
Jika masih belum juga, watu terus berjalan, bisa jadi tahun depan atau tahun-tahun berikutnya.
 Semua hanya perihal waktu, tidak baik jika tergesa-gesa. 

Rindu menemukanmu memang terkadang tergesa-gesa, 
tapi segala yang tergesa, tidak baik bukan?

Baris -baris kalimat yang bikin baper di atas saya kutip dari sebuah buku kece karangan Annyta. seorang gadis cantik ( seteleh kepoin ig dan tumblr-nya, hehehe..) kelahiran Bukittinggi, 24 tahun silam.
Asli, tulisannya keren banget. Ibarat makanan cruncy banget. Renyah kriuk-kriuk. Ringan namun tetap berkesan. Cocok buat dinikmati saat apapun. Saat galau, baper ataupun lagi baik-baik saja, buku ini tetap pas.
Buat kalian yang ngaku hobi baca, wajib deh rasa-rasanya memasukkan buku ini ke deretan rak buku kalian. Nah, seperti apa sih penampakan buku yang saya elu-elukan ini (bukan gue gue-kan ya…hehehe).


Suka juga saya sama desain covernya. Suka sama yang model handlettering begini. Hehehe.. hallah kok saya suka semuanya ya.

Tapi emang kok bahasa dan pilihan diksinya asyik. Bahasanya lugas nggak puitis-puitis amat. Tapi ditata dan dirangkai dengan indah. Coba deh baca beberapa judulsub bab ini.
Menyamakan beda, menjaga percaya, bersantap sesal, berbincang dengaan aku di dalam kaca, menenangkan resah, celengan rindu, kita yang tak berhenti bersemoga.


buku ini sih, kayaknya emang anak muda banget, bikin baper pastinya. tapi nggak haram juga sih dibaca yang sudah dewasa juga. buat selingan yang renyah dan crispy mah boleh lah.

asli, beberapa bagian emang bikin meleleh. bikin eaa... eaaa..eaaa.. kali ya kalau kata anak-anak gaul sekarang.


coba ya saya cuplikan pada bagian lainnya.

Satu Shaf Di Belakangmu

satu waktu, 
izinkan aku satu shaf di belakangmu
Mengikuti gerakan sholatmu 
dari takbir hingga salam
Kemudian mencium tanganmu 
dan berdo'a bersama

Satu waku, 
izinkan aku satu shaf di belakangmu
mengikutimu, menghormatimu dan menghargaimu
karena bagiku kamu bukan hanya kepala, 
namun pemimpin keluarga kita

satu waktu,
izinkan aku satu shaf di belakangmu
menyemangati setiap langkahmu dari belakang
menjadi tempatmu berbagi untuk mengambil keputusan 

satu waktu, 
izinkan aku satu shaf di belakangmu 
berbaliklah jika kau lelah 
dan ingin mengeluh
aku rumahmu

Eits, jangan jadi galau begitu ya... langsung  segera aja atuh hunting di toko buku terdekat kamu. happy reading ya...

Jumat, 07 April 2017

Pesona semarang Gallery

Senang menghabiskan waktu berlama-lama menikmati satu demi satu lukisan,. Yups! itulah saya. buat sahabat semua yang punya kesenengan yang sama dengan saya, kayaknya wajib deh buat main ke   Gedung Semarang Gallery. Gedung yang terletak di kawasan Kota Lama semarang, bakal memanjakan kalian dengan lukisan-lukisan kece para seniman nasional maupun internasional. tiap hari ada dan buka. lukisan akan berganti secara berkala. soo, sering-sering main aja biar hati jadi adem.cuman, jangan ampe lebih dari jam empat sore ya. karena ntar keburu tutup. heheh
cekidot kawan, ini beberapa jepretan saya.









paling suka yang ini

Buat saya, tempat ini memang selalu nagih. nggak bosen-bosen buat terus main dan menikmati lukisan-lukisan yang terpajang dengan apik. luisan-lukisannya begitu hidup dan bercerita. oh iya, sahabat, maafkan ya, itu foto-foto memang kurang kece. kesalahan ada pada penjepret sih, alias saya, hehheehe.. jadi agak-agak kurang jelas ya. maklum kamera HP.  but trust me. aslinya lukisannyaa bening dan hidup banget.


Selasa, 04 April 2017

Taman Pemandian Permaisuri Taman Sari

catatan dari Jogja Part 2

Dear Blogger,
Masih cerita dari Jogja. kali ini saya bakal posting liburan saya di Taman Sari. jadi, taman sari sendiri konon katanya merupakan bekas pemandian permaisuri dan para putri raja Ngayogyakarta. Taman pemandian ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono 1.


ini bangunan Taman Sari bagian depan ( tempat beli tiket). tapi aslinya kalau zaman dulunya, kata pak Saliko, guide saya waktu itu, justru aslinya bagian belakang.  nah, kenapa kok sepi, karena saya dateng kepagian. bahkan masih di gembok pintunya. hahaha....


lurus dari pintu d belakang saya itu. tampaklah tempat pemandiannya. seperti ini temans. 
ups ! ada yang lucu deh. ini katanya loh ya.. kata Pak Saliko, guide saya itu. jadi, dulu ketika waktunya mandi itu, para permaisuri dan juga para selir raja (yang jumlahnya puluhan) bakal mandi berbarengan di kolam yang sama . (ada dua kolam yang bersebelahan, yang kolam kecil unuk permaisuri dan kolam besar untuk para selir). Nah, sementara itu, Raja bakal melihat mereka dari menara tertinggi. selanjutnya Raja bakal melempar setangkai  bunga. nah, selir yang kemudian terkena bunga tersebut, maka ia yang berhak untuk menerima sang raja tidur.

hehehe... nggak ngerti bener apa enggak, yang jelas waktu paksaliko ngomomg gitu saya jadi ngikik saja. hohoho..


Kawasan Taman Sari ini Luas banget. kurang lebih sepuluh hektar. Cuman emang buat yang suka sama wisata sejarah jadi puas banget sih. jadi selain ada sisa2 taman pemandian juga terdapat kamar Raja, permaisuri, dan para selir.
itu foto pak saliko          




nah, tepat di sini itu adalah kamar permaisuri, dan di samping kanan sebenarnya ada ruangan kamar raja. tapi malah nggak saya jepret karena saya bikin vlog. Beberapa ornamen di tempat ini sudah banyak yang nggak asli, dan merupakan hasil renovasi. karena gempa Jogja waktu itu menghancurkan sebagian besar bangunan asli. sayangnya juga banyak pula furniture dan ornamen-ornamen kayu yang juga pada hilang. lantaran di jarah pada waktu evakuasi gempa dulu.

di Kompleks Taman Sari ini juga terdapat sebuah masjid yang terletak di bawah tanah.  nah, untuk mencapai ke masjid itu, kita musti berjalan menyusuri lorong-lorong seperti ini. 
tenng aja guys, sudah banyak lamu yang tersedia. selain itu, kalau kalian datang pas week end. di jamin ruaame banget. itu tampak sepi. karena saya main pas hari senin. udah gitu pagi lagi. 


masjidnya sendiri berbentuk lingkaran begitu. di tengah-tengahnya terdapat kayak aliran sungai dan sebuah tangga berbentuk segi tiga.
tangga tersebut untuk menghubungkan ke lantai dua. jadi katanya masjid ini dulunya biasa di gunakan oleh raja untuk sholat jumat bersama. nah ini di belakang foto saya itu lantai duanya ya..


di beberapa bagian bangunan tampak juga bangunan yang hanya tinggal puing-puingnya. 



nah, ini foto sebenarnya yang gapuro utama. dulunya, namun sekarang jadi bagian belakang. karena tepat di depannya sekarang justru di penuhi oleh rumah warga dan gang-gang sempit.

 
 salam ngeblog....

Sabtu, 01 April 2017

Gudeg Wijilan

Main ke Jogja bakalan nggak lengkap kalau enggak icip2 yang namanya Gudeg. nah, tempat pusat gudeg Jogja yang paling terkenal itu ada di sini nih, di daerah wijilan. di kompleks ini semua jualan gudeg, dengan aneka rasa dan variasinya pastiya.
nah di kompleks wijilan ini, kayaknya semua gudeg ada deh. dari mulai gudeg Yu DJUM yang terkenal seantero jagat,  gudeg mercon, gudeg pawon, gudeg mbak geneng, dan juga gudeg bu Lies.  jadi kalian mah, tinggal pilih aja, mau yang mana. hehehe

kalau saya kebetulan mampirnya di Gudeg Bu Lies... kenapa, karena dia paling pinggir. nah, pas kita saya sampai, itu dua embak-embak gudeg udah ready aja  di depan dan mempersilahkan kita. langsung deh, main masuk aja. 



 pilihan lauk ada banyak ya, macem-macem. ayam, tahu, tempe, telur, empal, dan sejenisnya. cuman you knowlah, saya emang nggak suka daging dan ayam. 

gudeg Bu ;ies ini cukup luas  kok . jadi kalau misal kalian dateng rombongan tetep muat. arsitekturnya agak kejawa-jawaan gitu sih, (agak ya, karena ga semua dari ornamen kayu dan bambu, semi lah ). di bagian kiri versi lesehan, nah, di bagian kanan pakai kursi. 

Gudeg Jogja di sini buka mulai pagi banget, nggak tahu mulai jam berapa, yang jelas jam 6 pagi saya nyampe sana. embak-embak dan mas-masnya udah pada nyambut dengan senyum manis mereka. hehehe. benran karena saya emang jalan ba'da subuh dari hotel. sengaja jalan kaki dan muter-muter.  
suasana paginya Jogja, masih sepi. 


 teman. segini dulu ya cerita dari Jogja. salam hangat penuh cinta. salam ngeblog ya..