Senin, 29 Februari 2016

Menyibak Pesona Empu Rancak

Jepara memang kota sejuta pantai. jadi nggak heran deh, kalau setiap di sebut kata jepara, maka yang terlintas di benak kita adalah Pantai, selain ukiran sih tentunya hehe... Di kecamatan tempat saya tinggal saja seenggaknya ada 5 pantai. Pantai Mororejo, pantai ngelak, pantai pailus, Pantai Empurancak, Pantai Mblebak, dan pantai Bondo. Jarak antar kelima pantai itu tidak terlalu jauh. Mungkin sekitar 15 - 20 menit saja, by motor. Namun, Biarpun pantai-pantai ini tetanggaan, tapi.. Masing-masing pantai memiliki pesona dan eksotisme yang berbeda.

Nah, di postingan kali ini saya bakal mengajak sahabat semua untuk plesir di pantai Empu Rancak. 

pantai empu rancak
Masuk area pantai kita bakalan di sambut sama tulisan kece di samping. boleh di bilang ini tuh area selfie wajib bagi para pelancong. termasuk saya juga sih.. heheh...

pantai empu rancak

oh iya, tiket masuk area ini masih murah banget.  karena emang masih di kelola sama desa setempat. jadi tiketnya tuh cuma Rp. 3000. doang. itu juga baru berlaku satu tahun terakhir. Dulu- dulu malah gratis.









pantai empu rancak
Di keluarga saya kebersamaan itu sangat di junjung tinggi. moment kebersamaan seperti ini cukup sering kita lakukan. nggak perlu jauh-jauh liburannya yang penting bisa seneng-seneng bareng. itu intinya. biasanya kita berangkat pagi banget. habis subuh. trus pulang sekitar jam 9 atau jam 10 pagi.  jadi masih bisa dapet sunrise. oh iya, di trip kali ini minus bapak sama satu ponakan. kalau bapak lagi sakit batuk jadi nggak mau ikut. trus kalau ponaka karena lagi mau tanding volly ma temen-temen sekolahnya. 
 
pantai empu rancak
Di area pantai banyak banget berjejer resto-resto aneka seafood yang enak banget. so buat kamu yang lagi liburan nggak perlu khawatir soal makanan. bisa langsung beli di tempat, milih seafood sendiri. trus reques juga mau dimasak ala apa. di bakar, di goreng atau lainya.  cuman kalau kami sih... saya dan keluarga maksudnya, emang lebih suka bakar ikan seperti ini. jadi biasanya pagi sebelum berangkat semua bahan udah kita siapin dr rumah. ikan mentah segar, aneka bumbu, arang, nasi,  kerupuk dll.Semua kita bawa.sendiri. 

pantai empu rancak

 Tiap liburan seperti ini. masing-masing orang udah punya tugas sendiri-sendiri. cowok-cowok dapat jatah bakar ikan. n yang cewek -cewek bikin bumbu.
buat sahabat-sahabat yang nggak mau rempong musti bawa ini itu dari rumah, tapi tetep bisa bakar-bakar ikan di tepi pantai, bisa juga beli ikan segar di pasar tradisional  yang tak jauh dari pantai. sekitar kurang lebih 1,5 km aja. pasar Tawar namanya.


Nah, kalau tugas saya itu spesialisasi beres-beres n bersih-bersih. jadi kalau udah mateng n udah makan bareng baru saya beraksi. kalau masih pada bakar-bakar seperti di atas maka tugas saya selfi selfi gini deh.. 

pantai empu rancak
deretan pohon pandan di belakang saya itu bisa jadi tempat berteduh yang oke. kita biasanya bawa tiker. trus makan-makan sambil menikmati pantai.

pantai empu rancak

pantai empu rancak


pantai empu rancak

pantai empu rancak

oh iya, air laut di pantai ini, sebenarnya biru, jernih dan bagus. cuman semaleman itu baru aja hujan, jadi airnya coklat deh, pas perjalanan berangkat aja masih gerimis-gerimis kecil, untung pas bakar-bakar udah reda.

pantai empu rancak
karena airnya kotor n nggak jernih, kita nggak ada yang nyebur ke pantai. cuma main-main di pinggir aja
 
pantai empu rancak
acha kecil. ini ponakan paling kecil. sejak umur sebulan udah di ajakin plesir seperti ini. alhamdulillah cukup tahan ma udara pantai.

pantai empu rancak
ini ponakan yang kebagian tugas sebagai tim dokumentasi.

pantai empu rancak
udah siap-siap mau pulang
Di pantai ini banyak banget pohon pandannya, berjajar di sepanjang pantai.  jadi tetep adem tempat berteduhnya banyak. di beberapa titik juga sudah di bangun beberapa gazebo kok.

sahabat, segini dulu ya cerita liburannya, (ups,.. kayaknya cocoknya tuh sebutannya nggak liburan ya,.. cuman pindah tempat sarapan aja heheh... ) . see you on my next trip. thank you...

Jumat, 12 Februari 2016

Building Secure Attachment between Career Mother and her Infant

Newborn babies are completely powerless but behind their limitation, they have a great potential that is ready to develop. All their various potentials will develop well, if they get appropriate stimulation from their environment. Especially, the social environment.

The family is the first and primary environment for the baby. Babies learn from this environment pattern forming relationships with others. Factors that are needed by infants in developing such capability are bonding or also known by the term attachments. Attachment is the two-way relationship between mother and son that the process is running slowly, especially when the baby has started to know the people around him.

Babies who have close attachment with their parents will develop into good teenagers. Who have charming personality, high self-confidence, emotional intelligence and social skills and the ability to solve problems effectively (Ratna Megawangi; 2014). Not only that, according to a study in the United States Pennsylvania, children who have a strong attachment are able to overcome trauma caused by natural disasters more quickly compared with children who did not have a good attachment to their parents or guardians.

A strong attachment between mother and her bay can be obtained through a pattern of “responsive parenting”, in which the mother is always ready to be beside the baby to know the needs of the baby, when the baby is crying because of the hunger, or must be replaced diaper, or when the baby is crying because the fell uncomfortable.

Unfortunately, at the present times, a lot of mothers decide to be a career woman, both for the sake of self existence or for the sake sustain family finances. So they can’t always be responsive to all their baby’s needs.

Being a career woman is a noble profession for women. This happens because the consciousness of educated women to always develop. In fact, the higher a person's education level, the higher the target of a job or position which to be obtained. So it is not surprised if today we can see that many female figures that have important positions. Such as became doctors, professors, pilots, ministers, ambassadors even to be a president. Most of the people will see how great the woman is. An independent female figure, high standing and highly respected. However, only a few of them who are aware that behind the greatness of a woman in the public domain, she is still a mother who has the obligation to be the primary educators for her children. Especially, when her children are at the age 0-2 years. Because it is the age where the baby’s need of attachment with a mother figure is completely strong.

This would be a dilemma for women who have already had a strong career and extensive usefulness in society. Which should be her priorities? Not to mention, when being a career women is the last choice for them in order to fulfill their family finance.

In order to bridging this, perhaps we can do these ways. Fistrly, by giving breastfeed.
breast milk (Asi) is the best meal for baby. because during breastfeeding mother's body will release the hormone oxytocin, vasopressin, prolactin, opioids, dopamine, which gives effect to the comfort of the baby while feeding,

Meanwhile, the second way is giving soft touch and massage. Giving a message will make the baby feel s relax and comfortable. Beside that, we can also do Co- sleeping. According to Richart et all ( 1996) Babies who sleep with their mother have a stable heart rate, breathing and temperature compared with babies who sleep alone

The netx step that we can do is building verbal and nonverbal communication. Always spare our time to talk to our baby as if they understood what we were saying. Because when we talk, baby will respond with eyes, smile or babble that can foster the emotional attachment between mother and child. Or it could also perform non-verbal communication to make eye contact, facial expressions, touch, etc.

Reading books and Telling story are also the best way to build attachment. Reading a story book by hugging your baby is one of the effective ways to build a mutual attachment. While reading, you can show the picture to your baby and help them to touch it. Always use soft tone while speaking to your baby.

The last is building a quality time with our baby . Working all day long will make our quality time with the baby limited. For that reason, spare our time between one or two hours to play with our baby. Leave our gadget, TV, mobile phone, and all our duty at the office. Make sure we do not just accompany them to play but also become the real partner of your children to play.

This is in line with the words of Prof. Marian Zeitlin from Tufts University, Massachusetts, USA

"Actually it is very easy to create a society that is peaceful and prosperous, is quite as easy as advocat mothers to breast feed in the right way, told them to hugging, kissing, and caressing her baby, and ask them to do an eye contact with the baby " (Ratna Megawangi, 2014)

Attachment is the baby’s need which should be prioritized. Attachment has an important role in building a healthy soul personality which becomes the main assets for our baby in their future. Children who have great mutual attachment with their mothers in their early age will develop into great teenagers who have high self confidence and good personality in which require to build relationship with their peer. Therefore, whatever the reason, attachment needs must remain unfulfilled.

BIBLIOGRAFY

Megawangi, Ratna.2014.”kelekatan ibu-anak kunci membangun bangsa”. Jakarta: Indonesian Heritage Foundation.

Bosmans, Guy.2013.Young adolescence confidence in maternal support: intentional bias moderates the link between attachment-related expectations and behavioral problems. New York: Springer Science and business media.

Botero, Maria.2014.How primate mother and infant communicate: Characterizing in mother-infant interactions studies. USA: department of Psychology and Philosophy

Casselman, Robert B. 2014. Young Adult’s recollections of parental rejection and self reported aggression: the mediating roles of insecure adult attachment and emotional dysregulation. New York. Springer Science and business media.

Kinsey, Bicking, Baptiste, kesha. 2014. Effect of miscarriage history on maternal-infant bonding during the first year postpartum in the first baby study; a longitudinal cohort study. USA. Pennsylvania State University

Osoftsky, joy. Kronenberg, mindy. 2015. Longitudinal impact of attachment-related Risk and exposure to Trauma among young children after hurricane Katrina. New York. Media new York.

Rabu, 10 Februari 2016

Membangun Kelekatan Aman (Secure Attachment) Antara Ibu Yang Berkarir dan Bayinya


this icture is taken from: essentialparenting.com

Bayi yang baru lahir yang menunjukkan serba tidak berdaya. Namun dibalik ketidak berdayaannya tersebut pada dirinya terdapat berbagai potensi yang siap berkembang. Berbagai potensi yang dimiliki dapat berubah menjadi kemampuan nyata bila dirinya mendapatkan stimulasi dari lingkungannya, terutama lingkungan sosial.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi bayi. Dari lingkungan inilah bayi belajar membentuk pola hubungan dengan orang lain. Faktor yang sangat diperlukan oleh bayi dalam mengembangkan kemampuan tersebut adalah bonding atau yang yang juga dikenal dengan istilah attachment (kelekatan ) yaitu hubungan dua arah antara ibu dan anak yang prosesnya berjalan secara perlahan terutama ketika bayi sudah mulai mengenal orang-orang di sekitarnya.

Anak-anak yang memiliki kelekatan (attachment ) erat dengan orang tuanya akan berkembang menjadi remaja yang memiliki kepribadian menarik , rasa percaya diri yang tinggi, kecerdasan emosi dan ketrampilan sosial yang tinggi serta mampu menyelesaikan masalah dengan efektif (Ratna Megawangi, 2014 ). Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian di pensilvania Amerika Serikat, anak yang memiliki kelekatan yang kuat mampu mengatasi trauma akibat bencana alam dengan lebih cepat di bandingkan dengan anak yang tidak memiliki kelekatan yang baik pada orang tua mereka ataupun walinya.

Kelekatan yang kuat antara ibu dan anak dapat diperoleh melalui pola “pengasuhan responsif.”, dimana ibu selalu siap berada di samping bayinya sehingga mengetahui kebutuhan bayinya; kapan bayi menangis karena lapar, atau harus di gantikan popoknya, atau saat bayi menangis karena merasa tidak nyaman.

Namun sayangnya, pada saat sekarang ini banyak sekali para ibu yang memiliki kesibukan di luar rumah yang padat dengan menjadi wanita karir, baik demi eksistensi diri maupun demi menopang keuangan keluarga, sehingga mereka tidak bisa selalu berada di dekat bayinya untuk selalu responsif terhadap segala kebutuhan bayinya.

this picture is taken fron: yangonlife.com
Menjadi wanita karir memang semakin jadi dambaan kaum hawa. Hal ini terjadi karena kesadaran wanita untuk berpendidikan tinggi selalu mengalami peningkatan. Padahal, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, akan semakin tinggi pula target pekerjaan ataupun jabatan yang ingin diperoleh. Maka tidak heran jika saat ini kita melihat banyak sekali sosok perempuan yang memiliki jabatan-jabatan penting. Seperti menjadi dokter, dosen, pilot, menteri, duta besar hingga presiden sekalipun. Dari luar, orang akan melihat betapa hebatnya wanita tersebut. Sosok wanita mandiri, berkedudukan tinggi dan amat dihormati. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa dibalik kehebatan seorang perempuan di ranah publik, ia tetaplah seorang ibu yang memiliki kewajiban untuk menjadi pendidik utama bagi para putra-putrinya. Tertama bila putra-putrinya masih berusia 0-2 tahun. Karena pada usia tersebut adalah usia crusial dimana anak masih sangat membutuhkan kelekatan (attacgment) dengan figur ibunya. 


Hal ini tentu menjadi sebuah dilema bagi para ibu yang telah terlanjur memiliki karir yang kuat dan kebermanfaatan yang luas di masayarakatnya. Manakah yang harus menjadi pilihan prioritasnya. Belum lagi, ketika memang pilihan berkarir di luar rumah merupakan pilihan terakhir yang harus di tempuh untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Demi menjembatani hal tersebut, 5 pola pengasuhan berikut dapat dilakukan dijadikan sebagai alternatif pilhan.

1. Sempatkan untuk memberikan ASI (meski hanya , sebelum dan setelah bunda bekerja)
taken from : cliparts.co/breastfeeding

Asi adalah makan terbaik bagi bayi. Proses pemberian ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bagi tubuh saja, namun juga memenuhi kebutuhan psikologis bayi.terutama dalam membangun kelekatan yang menjadi fondasi penting tumbuh kembang bayi selanjutnya.

Peran ASI pada proses pembentukan ikatan emosional bayi kepada ibunya dapat berjalan dengan baik, karena ada beberapa hormon cinta yang berperan . Diantaranya adalah .

Hormon oxytocyn dikeluarkan oleh tubuh ibu ketika menyusui, dan ASi juga mengandung oxytocyn yang masuk ke tubuh bayi ketika proses menyusui, sehingga proses ikatan emosional keduanya akan berjalan sempurna.

Asi memberikan efek kenyamanan pada bayi yang dapat membantu proses pembentukan kelakatan dengan ibunya. Ketika bayi mengisap puting susu ibunya, dan ketika usus bayi menyerap nutrienASI, tubuh bayi akan mengeluarkan hormon cholecystokini yang memberikan efek analgesik dan efek relax pada bayi.

Rasa manis ASi juga dapat menstimulasi produksi opioids (semacam morphin yang dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa nyaman) pada tubuh bayi. Sehingga bayi lebih gembira dan tidak rewel yang dapat membuat kelekatan ibu-bayi dapat berjalan optimal.

2. Berikan sentuhan dan pijatan lembut

Sentuhan dan pijatan halus ternayata bermanfaat sekali untuk tumbuh kembang anak. Sentuhan dan pijatan juga dapat memicu munculnya hormon cinta. Hormon-hormon cinta tersebut kemudian menghalau hormon stress yang dapat menjadi racun bagi otak. Jadi melalui sentuhan dan belaian kepada anak, walaupun terlihat amat sederhana, mungkin bisa menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fisik dan otak anak. Menjadikan anak selalu gembira dan akhirnya dapat tercipta hubungan yang lekat anatara ibu dan anak.

3. Tidur bersama
 
the picture  is taken from bnbc.com
Bayi-bayi yang tidur dengan ibunya memiliki detak jantung, tarikan nafas dan temperatur yang lebih stabil di bandingkan dengan bayi-bayi yang tidur sendiri.artinya bayi-bayi yang di keloni ibunya memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu mengeloni bayi yang sudah menjadi tradisi di indonesia harus tetap dipertahankan. Karena akan membarikan manfaat yang besar pada proses pembentukan kelakatan ibu dan anak.

hal ini telah di buktikan oleh Heron (Heron, 1994) yang mengaitkan kebiasaan tidur bersama ibu -bayi dengan kesehatan anak. Menurut Heron, anak-anak ketika masa bayinya tidur bersama dengan ibunya akan berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, tidak mudah khawatir, lebih mandiri, dan lebih berhasil di sekolahnya. Selain itu mereka akan mengalami lebih sedikit masalah kejiwaan.

4. Bangun komunikasi verbal dan non verbal

Selalu luangkan waktu untuk berbicara dengan bayi kita seolah-olah mereka mengerti apa yang kita katakan. Karena ketika kita berbicara, bayi pasti akan memberikan respon dengan pandangan mata, senyuman atau ocehan yang dapat menumbuhkan kelekatan emosi antara ibu dan anak. Atau bisa juga dengan melakukan komunikasi non verbal dengan melakukan kontak mata, ekspresi wajah gembira, sentuhan dll

5. Bangun Quality Time bersama anak
this picture is taken from: buletinkhumaira.blogspot.com

Bekerja seharian di rumah membuat waktu kita berkurang banyak bersama anak. Oleh karena itu sempatkan waktu antara satu hingga dua jam untuk benar-benar bersama anak. Tinggalkan gadget, TV, atau pekerjaan kantor kita untuk sepenuhnya secara jiwa dan raga bersama anak. Pastikan kita tidak hanya sekedar menemani mereka bermain tapi juga “ikut bermain” (menjadi partner anak dalam bermain).

Hal ini sejalan dengan perkataan Prof. Marian Zitlin dari Tufts University, Massachusettes, USA

“Sebetulnya amat mudah untuk menciptakan masayarakat yang damai dan sejahtara, cukup semudah menganjurkan paa ibu untuk memberikan ASI dengan cara yang benar, menyuruh mereka untuk sering memeluk, mencium, dan mengelus bayinya, serta menghimbau mereka untuk kerapmelakukan kontak mata dengan bayinya sambil tersenyum” (Ratna Megawangi, 2014)

Dear parents,....

Kelekatan merupakan kebutuhan bayi yang harus diprioritaskan. Kelekatan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kepribadian jiwa yang sehat yang akan menjadi modal utama bagi bayi kita di masa depan mereka dalam membangun relasi dan kelakatannya saat dia remaja hingga usia dewasa. Oleh sebab itu, apapun alasanya, kebutuhan kelekatan haruslah tetap terpenuhi.

DAFTAR PUSTAKA

Megawangi, Ratna.2014.”kelekatan ibu-anak kunci membangun bangsa”. Jakarta: Indonesian Heritage Foundation.

Bosmans, Guy.2013.Young adolescence confidence in maternal support: intentional bias moderate the likn between attachment-related expectations and behavioral problems. New York: Springer Science and bussiness media.

Botero, Maria.2014.How primate mother and infant communicate: Characterizing in mother-infant interactions studies. USA: department of Psicology and Philosophy

Casselman, Robert B. 2014. Young Adult’s recollections of parental rejection and self reported aggression: the mediating roles of insecure adult attachment and emotional dysregulation. New York. Springer Science and bussiness media.

Kinsey, Bicking, Baptiste, kesha. 2014. Effect of misscarriage history on maternal-infant bonding during the first year postpartum in the first baby study; a longitudinal cohort study. USA. Pensylvania Satate University

https://ummushofi.wordpress.com/2010/03/14/air-susu-ibu-asi-dan-keutamaannya-dalam-al-qura n-dan-as-sunnah/

https://ebekunt.wordpress.com/2010/02/28/pentingnya-bonding-dan-attachment-dalam-perkemba ngan-bayi/