Senin, 26 November 2012

BAHAGIA ITU DEKAT


hujan deras. listrik mati.
sambil mendengarkan suara merdu para vokalis  KAHITNA. saya ketik beberapa baris paragraph di laptop mini saya yang baterainya hanya tinggal tiga puluh menit saja. sempat berhenti sejenak. bingung. apa ya yang mau saya tulis.
tiba-tiba saya teringat  sebuah artikel yang saya baca di majalah YATIM MANDIRI di rubric motivasi. “BAHAGIA ITU DEKAT” di tulis seorang motivator sukses mulia. JAMIL AZZAINI.


 “bahagi itu tidak perlu di cari ke tempat yang jauh. bahagia itu sangat dekat dengan kita. ia bahkan berseliweran di kanan kiri kita” begitulah beliau mengawali kalimat artikelnya.

kejadian apapun yang terjadi dalam diri kita dapat menjadi sumber kebahagian. kita hanya tinggal membuka mata hati kita dan melihat apapun yang sedang kita hadapi dengan penuh kesyukuran. lalu bahagia itu ADA.

“jam setengah empat pagi, saya terbangun oleh lengkingan suara alarm di hp butut saya. segera ku raih hp dan saya matikan. di layar hp tampak sebuah pesan masuk. sambil mengucek-ngucek mata . saya bangkit dari tempat tidur. saya buka. ternyata SMS dari sahabat lama saya yang sudah hampir satu tahun tidak kontak. mengabarkan kalau istrinya, yang kebetulan juga sahabat saya,   baru saja melahirkan putra pertamanya dengan selamat.
Alhamdulillah….ada rasa bahagia yang menjalar ke setiap sendi-sendi saya.  usai membalas ucapan selamat saya bergegas mengambil air wudhlu dan sholat tahajut,  dan kemudian saya lanjutkan dengan sholat subuh begitu adzan terdengar. saya pun bertambah bahagia. lega dan tenang. bagaimana tidak, selama ini sholat tahajut saya belepotan, sering bolong-bolong. subuh pun lebih sering terlambatnya ketimbang awal waktunya. ”
dan kebahagiaan saya pun semakin bertambah, ketika saya nyalakan radio dan saya dapati acara  THE POWER OF LIVE di SINDO RADIO bersama narasumber hebatnya mas ANDRA DONATTA. pembahasan nya sangat pas dengan apa yang saya rasakan dan butuhkan saat ini.
tidak cukup sampai di situ,  kebahagian saya pun menjadi lengkap ketika saya menyempatkan diri ke pasar pagi tak jauh dari rumah kos saya. membeli sarapan. si mbah penjual NASI GUDANGAN yang menjadi langganan saya itu menyapa saya dengan ramah, lebih ramah dari biasanya.
setelah menyiapkan diri, saya pun siap berangkat mengajar. begitu keluar dari kos, saya menuju ke jalan depan untuk nunggu angkot. tak perlu menunggu lama, begitu saya sampai di tepi jalan dan siap
menyebrang, sebuah angkot berwarna oranye meluncur dari kejauhan. jadi, begitu saya telah sampai di sebrang jalan angkot itu tepat berada di depan saya. pas sekali.  saya pun langsung naik. hanya ada 4 penumpang saja. satu orang mahasiswa, satu ibu-ibu dan 2 orang lagi simbah-simbah  dengan beberapa bakul barang jualan. sepertinya mau berjualan. hening dan sepi, namun beberapa saat kemudian, 2 simbah-simbah “bakul”  yang tampaknya sudah akrab itu mulai berbincang dan mencairkan suasana. awalnya mereka ngobrol tentang harga-harga jualan mereka dipasar beserta hiruk pikuk permasalahannya. selama menit-menit itu saya dan beberapa penumpang lain hanya menjadi pendengar yang baik saja. obrolan dua simbah itupun terus berlanjut. terkadang saling menyemangati, saling menyalahkan, dan saling tertawa lepas hingga terpingkal-pingkal membicarakan tingkah polah pelanggan mereka yang katanya aneh-aneh. kontan saja kami yang sedari tadi diam pun ikut tertawa juga. ternyata, melihat orang lain tertawa dan bahagia, pun sungguh membahagiakan.
sampai di gerbang sekolah, beberapa anak berlari menyambutku dan mulai berebut salim denganku. ku jabat tangan mereka dan kupeluk satu persatu. dan kebahagiaan kembali menjalar ke setiap syaraf-syaraf saya. hingga kebahagiaan saya pun semakin menjadi-jadi ketika dari kejauhan seseorang terdengar meneriakkan nama saya “bu NUNIIIIIIK”. teriakan rafi, akhirnya, rafi bisa mengucapkan nama saya dengan benar. selama dua bulan menjadi siswa baru di sekolah ini rafi selalu terbalik-balik mengucapkan nama-nama bu gurunya. terutama nama saya. dia sering memanggil saya bu NURUL dan sebaliknya terkadang Bu NURUL dia panggil BU NUNIK. saya pun tertawa kegirangan.
belum banyak anak yang datang, kelas saya pun baru dua anak. tesa dan galih. 6 lainnya belum datang.melihat saya datang tesa segera menghampiri dan salim. sementara galih asyik bermain dengan faris, dari kelas lain. “BU teman-temen itu kok pada  belum datang. kita nari dulu aja yuk…lagu betapa bahagianya. udah lama kok nggak nari itu” usul tesa sedikit merajuk.
saya pun menyanggupinya. saya putar VCD. dan saya pun menari-nari bersama tesa. beberapa anak yang melintas  bergabung dan menari bersama saya dan Tesa. kami terus menari sambil bernyanyi-nyanyi. asyik sekali. lagu usai. berganti lagu upin-ipin yang menghentak penuh semangat. faris dan galih pun merapat dan mulai bergabung bersama kami. kali ini mereka bergerak dengan koreografi ynag ASAL. namun justru itu yang membuat teman-teman mereka mengikuti dan  tertawa terbahak-bahak. ah…. bahagiaku bertambah-tambah….
kebahagian saya pun memuncak saat anak –anak bersorak sorai kegirangan begitu saya umumkan kalau  hari ini kami akan main sentra cooking , memasak kakap fillet krispi.  ”

AH… benar memang bahagia itu sangat dekat dengan kita bahkan sangat dekat. hingga kadang kita lupa menyadari kehadirannnya. 

selamat menikmati kebahagian yang menyapa anda dalam setiap detik yang anda lewati. 

2 komentar:

  1. benar itu. bahagia itu kita ciptakan kok. bukan nunggu datang. Trims tulisannya Bu nun, inspiratif, kereeen...
    salam http://duniaanakpn.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  2. makasih bu dila.... saling menguatkan ya... mari terus bahagia :)

    BalasHapus